Apa yang Membuat Galau?

1:09 PM

Angket penjurusan yang terakhir ini ditutup tanggal 30 April. Cepat sekali? Memang, kita juga heran. Apalagi batas waktunya sebelum pameran penjurusan. Rekomendasi dari dosen kapan dong?

Masih banyak banget yang galau sama pilihannya. Bahkan ada yang belum terbayang sama sekali mau masuk studio apa. Kenapa bisa begitu? Saya juga tidak tahu. Saya sendiri termasuk orang yang sempat merasa galau.

Ada beberapa alasan yang membuat galau anak-anak TPB dalam memilih studio. Pertama, bingung memilih apa yang dia suka. Biasanya ini mudah sekali terpengaruh oleh presentasi pengenalan prodi yang membuat dia terpancing studio lain (contohnya saya). Kalo kayak gini biasanya sudah tidak memikirkan IP lagi, karena biasanya sudah dapat 3 ke atas.
Alasan berikutnya adalah perbedaan keinginan antara si mahasiswa dengan orang tua. Nggak sedikit yang akhirnya berganti dari pilihan semula karena tuntutan orang tua. Biasanya aslinya mereka mau masuk seni murni, tapi gak dibolehin. (sometimes I feel this way)
Alasan lainnya adalah memikirkan IP dan takut terlempar ke kriya. Kriya ini peminat sebagai pilihan pertama hanya sekitar 20-an. Kebanyakan dijadikan pilihan kedua. Sementara itu DI juga baru 36-an orang. Biasanya yang galau adalah mereka yang IP di semester pertama kurang dan ingin masuk DKV.
Adalagi alasan dia belum tahu mau masuk apa. Nah, yang ini mungkin belum tahu dia jago di mana, entah itu 2d, 3d, gamtuk, atau konstruk. Mungkin dia sendiri juga belum terlalu tahu ke depannya ingin seperti apa. Tipe yang ini biasanya go with the flow dan sepertinya akan menunggu rekomendasi dari dosen.
Mungkin masih ada beberapa alasan lain, tapi yang gue tahu baru itu. Mencakup sebagian besar lah. Kalau yang mengambil beasiswa minat paling cuma rada galau mau masuk studio seni murni apa.

Lagi-lagi, apa sih godaan tiap studio yang mengundang rasa galau itu? Oke, yang bakal gue sharedi sini adalah apa yang membuat gue galau. Mungkin yang lain sedikit beda, tapi seenggaknya materi pengenalan prodi yang kita terima sama.
1. Desain Komunikasi Visual - ini gak termasuk daftar kegalauan karena gue gak terlalu tertarik. Mungkin nanti cuma mau ambil beberapa matkulnya saja, seperti ilustrasi. Apalagi jumlah peminat terbanyak tiap tahun. Diceritain juga kalo tiap ngeprint bisa abis ratusan ribu (seratusan lebih lah, pinter-pinter orangnya aja).
2. Desain Produk - nah, ini tujuan awal gue masuk FSRD. ITB kan teknologi, nyambung banget deh sama produk. Apalagi jurusan ini belum banyak di Indonesia. Udah gitu, tiap presentasi pasti contoh-contoh karyanya menarik dan unik banget. Bisa juga ntar buat industri kecil. Trus apa yang didesain juga luas dan terserah. Mau elektronik, furniture, sampai otomotif juga bisa. Yang pasti nanti harus kerjasama dengan bidang lain.
3. Desain Interior - terlihat seru tapi dengan pertimbangan berat. Yaitu seakan-akan cuma ke kalangan atas aja. Gak tau lebih banyak sih. Tapi emang, bisa desain furniture juga di sini dan prospek kerja sudah jelas sebagai desainer interior dibanding desainer produk yang pasti harus bekerja sama dengan bidang lain. Tapi tetep kepengen tiap liat majalah macem IKEA dan sebagainya.
4. Kriya - yang membuat ini terlihat super asik karena gue bener-bener terkesan sama ciri-ciri kriya tekstil. Kalo kriya keramik gue sebenernya ga terlalu tertarik kok. Kriteks mengedepankan keunikan, dan membuat dengan tangan sendiri. Huwah, pokoknya itulah yang membuat gue tergetar. Apalagi kata-kata craftmanship, workmanship, sama beauty of intimacy. Gak kayak produk yang nanti pembuatannya diserahkan ke mesin.
5. Seni murni - yang membuat sedikit galau cuma studio lukis doang. Gue pengen banget mendalami lukis dan belajar lebih bayak lagi. Tapi apa daya....

Dan gue sudah mengisi angket final penjurusan. Semoga yang terpilih itu yang terbaik. Amiin...


You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog