24. Keripik untuk Sinetron Indonesia

5:58 AM

salah satu adegan sinetron

Seperti biasa, saya sangat tidak tahan menonton sinetron. Pertama, ceritanya yang kurang masuk akal. Kedua, tokoh-tokoh yang terlalu bodoh sampai saya tidak tahan mengata-ngatai. Ketiga, penataaan musik yang selalu itu-itu saja (bunyi simbal dan drum yang berlebihan). Keempat, ceritanya yang terlalu panjang dan seakan tanpa konsep penamatan yang jelas.

Kali ini sinetron yang saya kritik adalah sebuah sinetron yang tayang pukul 19.00 WIB di RCTI. Sinetron ini selalu menjadi tontonan favorit nenek saya juga beberapa orang di kosan. Televisi yang menyala pasti menampilkan sinetron ini pada kisaran waktu tersebut.

Kemarin saya menonton sekilas sinetron yang berjudul Putri yang Ditukar. Gatal sekali mulut saya untuk memberi komentar. Jadi ceritanya Amira masuk rumah sakit. Ternyata golongan darahnya berbeda dengan 'bapaknya'. Orang jahat dengan dua kruk takut ketahuan bahwa ia yang dulu menukar Amira dengan Zahira saat bayi. Akhirnya Amira ke resepsionis, ada seorang suster di situ. Amira mempertanyakan kebenaran bahwa golongan darahnya berbeda dengan bapaknya. Si suster langsung menyerahkan sebuah catatan kesehatan yang sudah dimasukkan dalam amplop. Bahkan tanpa ba bi bu si suster sudah tahu nama seorang pasien yang tiba-tiba datang tanpa menyebutkan nama.

Sebenarnya apakah mungkin orang tua dengan anak memiliki golongan darah yang berbeda? Jawabannya tentu saja bisa. Bagi yang sudah mempelajari biologi saat sekolah juga tahu. Semua tergantung dari genotip golongan darah orang tua. Misalnya ibunya bergolongan darah O dan ayahnya AB. Seluruh anaknya pasti tidak ada yang memiliki golongan darah AB atau O. Pasti A dan B saja. Informasi selengkapnya dapat dilihat di sini. Apakah sinetron ini ingin membodohi penontonnya?

Kritik ini saya buat semoga yang menulis cerita Putri yang Ditukar ini, serta penulis naskah sinetron Indonesia lainnya, dapat meningkatkan kualitas cerita. Semoga karakter yang dibuat tidaklah bodoh dan lebih variatif. Saya juga ingin dunia per-sinetron-an Indonesia maju dan tak kalah jual dengan drama asia.

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog