Seminggu Ini...

8:46 PM

 “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”.(HR.Muslim)

Saya langsung teringat pada hadits ini setelah apa yang saya alami selama sekitar seminggu ini. Minggu ini bukan lah tujuh hari (kurang lebih ya...) yang biasa. Mari kita mulai dari hari Senin.

Senin itu, ada kuliah yang ternyata baru selesai sekitar jam 3 sore. Tumben banget kan? Nah, saya dan teman-teman belum makan siang, jadinya mampir dulu di kantin barrack obama. Saya bernafsu sekali untuk memesan Japanese Curry Rice, karena sudah sedikit bosan terus-terusan beli Chicken Cutlet di situ. Walhasil, saya berhasi membujuk dua teman saya untuk ikut membeli JCR, tapi teman saya yang satu lagi nggak mau. Dengan harga yang sedikit lebih mahal dari CC, ternyata yang saya hanya setumpuk nasi, lalu disiram dengan potongan kentang, sayur, dan sangat sedikit daging ayam, yang dicampur dengan bumbu semacam sate padang tapi kalah enak dari Sate Padang Ajo dekat rumah saya nun jauh di Depok sana. Berhubung sangat lapar, kami makan dengan cepat, namun lagi-lagi saya yang selesai terakhir. Porsinya yang terlalu banyak membuat saya eneg, tapi alhamdulillah, habis juga. 

Singkat cerita, keesokan harinya saya jadi tidak nafsu makan dan sakit perut karena selalu terbayang-bayang dengan sensasi keterpaksaan untuk menghabiskan JCR itu. Badan jadi lemas dan bawaannya sakit perut terus. Tapi sorenya, berhasil diobati dengan makan bakso.

Keesokan harinya (Rabu ya berarti), saya sudah lebih bugar, tapi malah beli keripik kejahatan di tukang kue kiloan. Maksudnya cuma mau makan sedikit, tapi malah berujung pada sakit perut dan buang air besar yang tidak wajar (ngerti kan?).  

Kamis malah pergi ke Ciwidey dengan alasan survey untuk kuliah studio DP 4. Makan banyak stroberi besar, lalu makan ayam brengsek (ayam bumbu cabe hijau yang tidak pedas).

Singkat cerita, keripik kejahatan itu masih terus dimakan sedikit demi sedikit (bahkan sampai sekarang masih ada sisanya) dan terus membawa bencana pada perut. Nah, Jumat itu lah terjadi sesuatu hal yang tak terduga. Selesai kuliah, saya dan dafira pergi ke Salman setelah dapat info tentang adanya program donor darah di sana. Niat awalnya adalah menemani dafira, karena dia belum pernah donor. Saya sendiri masih ragu dan pesimis tentang tekanan darah yang suka rendah dan HB yang juga suka tak mencukupi. Teng tereeeeng.... Ternyata saya lolos tensi dan HB. 

Dafira dapat giliran lebih awal untuk diambil darahnya. Selanjutnya adalah giliran saya. Dengan posisi duduk di kursi lounge chair lipat, dan tangan kiri yang diambil darah (hore), akhirnya tiba juga saat yang mendebarkan itu. Berhubung prosesi ambil mengambil darah ini sudah lama tidak saya alami, jadinya sedikit tegang juga. Setelah sedikit basa-basi dengan mas-mas yang ambil darah, saya merasakan sesuatu. Darah di kepala terasa menghilang. Dafira datang sambil becanda juga tidak membantu menghilangkan perasaan aneh itu. Akhirnya saya bilang pusing ke mas-mas itu, trus selesai sudah, jarum dicabut, dan kursi saya disenderkan sampai posisi tidur. Saya diberi teh manis panas. Kata mas-masnya, udahan aja. Darah yang oke cuma bisa dipakai kalau prosesnya 5-8 menit saja. Kasihan, mas-mas di sebelah saya sepertinya terlalu lama dan akhirnya juga tidak tuntas. Intinya, kantong darah saya yang baru terisi sedikit juga nggak jadi lolos deh. 

Selanjutnya, saya pulang dalam keadaan lemas takut pingsan (kayak cerita Kokot yang pingsan di depan kosan sambil makan malkist). Malamnya, saya langsung merasa lemah dan menyedihkan. Sebegitu lemah kah saya karena sudah tidak pernah olahraga? Atau ini gara-gara kemarin makan nggak bener? Sayang banget nggak jadi donor... Huuhuhu....

Setelah itu, saya teringat hadits yang ada di atas tadi. Apanya mukmin yang kuat kalau kerjanya nyiksa badan terus? Apanya yang kuat kalau donor darah saja nggak beres? Apanya yang oke kalau tidak rutin olahraga? Apanya yang bersyukur kalau badan sendiri nggak dijaga?

Saya jadi semangat berolahraga. Akhirnya kemarin berhasil lari pagi di Saraga (walaupun masih banyak jalan dan tidak terlalu pagi buta kayak yang waktu itu bareng sakinah) dan badan jadi sedikit pegel karena kaget sudah lama nggak olah raga. Minggu sore juga akhirnya berenang sama nay sama shinta juga ke Saraga. Alhamdulillah! Semoga badan makin sehat!

Ayo olahraga!


You Might Also Like

4 komentar

  1. DIL!!!!! ituuu kamuuu jangan menyiksa diri terus..udah tau keripik jahanam masih dimakan juga huft. tobat dil tobat haha

    ReplyDelete
  2. udah dibuang kok kin akhirnya, sisanya. hahahaha

    ReplyDelete
  3. yaah, trus darah kamu dikemanain dil abis itu?
    btw, emang ada orang pingsan sambil makan?

    ReplyDelete
  4. ga tau, dibuang kali. ato dikasih ke vampir. ato buat percobaan. hahahha gatau kot, mungkin ada.

    ReplyDelete

Search This Blog