Maaf saya bukan perokok pasif

9:05 PM

Alhamdulillah, bulan suci Ramadhan sudah usai. Taqobbalallohu minna Wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga semua amal ibadah kita, puasa kita, sholat kita, diterima Allah swt. Amin.

Tak terasa sebulan berlalu dengan cepat. Bahkan di hari idul fitri ini, saya sudah kembali merindukan bulan puasa. Bulan di mana semua muslim menghentikan aktivitas hisap menghisap benda lintingan sepanjang tujuh sentimeter setiap hari. Sungguh sebuah utopia sesaat bagi saya yang tidak ingin dibunuh perlahan oleh benda bernama rokok tersebut. Sayangnya, ketika ritual puasa yang dijalankan oleh para perokok itu usai, selesai pula lah impian penggemar udara bersih nan sehat seperti saya. Tak jarang, rokok menjadi menu utama takjil atau membatalkan puasa. Rokok sepertinya jauh lebih penting dibandingkan menenggak air putih. Selebrasi hari kemenangan dengan cara takbir keliling malah menjadi sebuah fakta menyedihkan yang tak sengaja saya ketahui. Sebuah mobil bak terbuka dipenuhi remaja dan anak-anak bergembira memukul bedug sambil takbiran. Namun hal tersebut seakan menjadi sebuah selingan, karena menu utamanya adalah merayakan  kebebasan merokok. Bahkan, saya melihat seorang anak kecil, sepertinya sekitar kelas 3 atau 4 SD dengan bangga menghisap rokok di samping teman-temannya yang sedikit lebih dewasa. Ini asli, nyata, dan yang menyaksikan bukan hanya saya, melainkan juga saudara-saudara saya, dan pastinya pengguna jalanan pada malam itu. Miris!


Ketika ramadhan usai, bahkan segera setelah shalat id selesai ditunaikan, asap kembali mengtepul dan mengotori paru-paru yang baru saja sebulan dibersihkan. Para bapak-bapak seolah berlomba-lomba membunuh buah hati mereka yang masih bayi atau balita. Saya pun mau tak mau harus kembali menjadi perokok pasif.

Saya bukan perokok, tapi keadaan sering memaksa saya untuk menjadi perokok (pasif). Berpura-pura batuk dan menutup hidung sepertinya sudah tak mampu menghentikan hobi mematikan para perokok aktif. Tinggal pilih: tegur langsung, atau pergi menghindar dari area tersebut.

Sekali lagi, selamat idul fitri. Selamat menikmati udara penuh asap kejahatan lagi selama sebelas bulan mendatang. 

You Might Also Like

2 komentar

  1. waw....emang dil..banyak banget anak sd ngerokok sekarang haha...td pagi juga abis solat ied lgsg berasa pada ngerokok lg orang2

    ReplyDelete
  2. Iya nih jadi males lagi menghindari asep rokok di angkot Ato yg lebih ga enak kalo jalan kaki di belakang orang lagi ngerokok

    ReplyDelete

Search This Blog