Pemanasan

3:07 PM

Sepertinya setiap kegiatan menulis yang serius membutuhkan pemanasan. Bagi saya, pemanasan dimulai dengan mencari inspirasi. Memang, terkadang inspirasi tidak datang dengan mudah, akan tetapi ada pula kalanya inspirasi harus dipaksakan muncul. Caranya? Langsung saja, gan, tulis huruf pertama, lalu akhirnya tercipta sebuah kata, dan selanjutnya akan terangkai sebuah kalimat. Hanya sebuah kalimat akan terasa terlalu kesepian, kan? Pasti tangan akan terus bergerak untuk menuliskan kelanjutan kalimat berikutnya. Teoritis sekali sepertinya, tetapi kalau sudah dicoba akan menjadi lebih praktis.

Inspirasi paling penting bagi saya adalah dengan membaca hasil tulisan orang lain. Entah itu dari novel, blog langganan, atau opini seseorang. Selalu saja muncul pikiran, kalau mereka bisa, kenapa saya tidak? Akan tetapi, rasa malas selalu menjadi halangan dalam keinginan untuk terus konsisten menulis. Ya, memang membaca jauh lebih mudah dan menyenangkan, karena otak kita hanya terangsang untuk 'menikmati', bukan 'menciptakan'. Walaupun saya bukan penulis, akan tetapi jauh di lubuk hati, saya ingin sesekali tulisan saya bisa dinikmati banyak orang, dan syukur-syukur bisa menghasilkan uang.

Memupuk mimpi, dan mewujudkannya sedikit demi sedikit dapat menjadi sumber energi dalam melakukan berbagai kegiatan, termasuk menulis. Saya bukan lah tipe orang yang menulis dengan kalimat-kalimat indah nan puitis, akan tetapi lebih enak menulis sesuai realita dan apa yang memang ingin saya utarakan, tanpa harus berputar-putar.

Saya percaya semua orang bisa menulis. Toh, memang setiap hari semua orang menulis. Mulai dari menulis pesan singkat di hape, menulis email, menulis laporan dan tugas sekolah, hingga menulis diari. Bagus atau tidaknya, itu bukan hal yang utama. Saya juga mendengar bahwa dengan banyak menulis maka seseorang akan lebih banyak berpikir. Memori penting, pengalaman sepele, impian masa depan, semua bisa menjadi bahan tulisan.

Tapi sepertinya hal tersebut tidak terlalu berlaku bagi saya yang sedang belajar bahasa Jepang. Tulisan kanjinya itu, loh, keriting dan banyak sekali yang harus diperhatikan, sehingga membaca jauh lebh mudah dari pada menulis (dengan tangan).

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog