Channel Asik Tentang Mualaf dari Seluruh Penjuru Dunia

10:48 AM

Tak sengaja, pertama kali saya mengeklik sebuah tautan video youtube dari newsfeed facebook. Isinya tentang japanese yang masuk islam dan berbagi kisahnya. Wawancara dalam bahasa arab, tapi si japanese nya pake bhs Jepang sih. Ada subtitle arabic nya, sama CC dari yutub versi english nya juga nggak ngasal. Jadi ceritanya, beliau mengabdi di Masjid Camii Tokyo (bener ga tuh tulisannya? atau Masjid Jami' Tokyo?) Dia menyebarkan bulpen dengan tulisan "What is after death?" (tentunya dengan nihongo) supaya orang-orang yang menerima bisa berpikir dan siapa tahu tertarik untuk belajar islam.

Ternyata menarik sekali ya... Setelah satu video itu dilahap dalam 20 menit, mari kita lihat video lainnya dari channel tersebut. We O We, ternyata judulnya pakai bahasa arab semua, yaudah gapapa. Hingga tulisan ini ditulis, saya sudah menonton mungkin lebih dari 10 video. Seru!

Salut number 1, yaitu mereka bisa menemukan Islam di tengah lingkungan di mana islam adalah minoritas, bahkan sering dicap buruk. Salah satu yang menarik, ada wawancara dari mantan sutradara film Fitna, dari Belanda, yang dulu dibuat untuk menjelek-jelekkan Islam. Ada juga cerita seorang wanita jurnalis Inggris, yang jadi masuk Islam setelah berkunjung ke Tepi Barat, Palestina.



Salut number 2, yang wanita biasanya setelah masuk Islam, tak lama kemudian langsung menggunakan jilbab alias hijab. Bajunya pun tak lebay macam hijaber, tapi memang menggunakan pakaian longgar dan jilbab lebar (aaah..). Ada yang bercerita setelah memakai jilbab ia dikira orang asing (si orang Swedia). Ada yang mendapat perlakuan rasisme. Tapi mereka tak menyerah.

Salut number 3, kebanyakan dari mereka masuk Islam setelah mempelajari Islam lewat buku-buku, internet, dan membaca Quran dalam arti bahasa mereka. Coba, kita sendiri seberapa sering sih mencoba memahami Quran dan ajaran agama Islam itu sendiri? Bersyukur banget sebetulnya sudah Islam sejak lahir, sehingga bisa lebih banyak waktu untuk belajar dan berlatih.

Salut number 4, banyak dari mereka yang akhirnya mempelajari Bahasa Arab, bahkan sampai fasih dan ketika wawancara menggunakan bahasa Arab. Ini nih yang bikin saya sendiri tertular untuk bersemangat dan termotivasi untuk belajar bahasa Arab. Sayang di duolingo belum ada.

Biar nggak penasaran, langsung aja check this out!

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog