Berkunjung ke National Maritime Museum Shop

4:22 AM

Di London, ada banyak national museum yang mendapat subsidi, walhasil free entry alias gratis tis tis. Beberapa museum besar dan 'wajib' dikunjungi adalah British Museum (ada mumi!), Museum of London, Science Museum, dll. Bisa cek di sini. Berhubung saat ini saya tinggal di zone 2 alias di pinggiran (anggaplah daerah Pasar Minggu) dan memakan waktu setengah jam kereta (dan mahal), akhirnya saya tadi memutuskan untuk menyambangi National Maritime Museum.

lagi hobi pakai preset hipster, maap ya, maklum cuma pake kamera hape. 

National Maritime Museums berada di bawah grup Royal Museum Greenwich yang lokasinya tidak jauh dari tempat saya tinggal. Kalau jalan kaki, sekitar 35 menit, naik sepeda sekitar 20 menit (rada lambat soalnya ga berani ke jalan, maunya di trotoar aja, tapi suka sempit dan banyak orang jalan). Tiket masuk gratis dan buka setiap hari pukul 10.00-17.00. Sebagaimana taktik museum gratisan di UK, mereka memiliki special exhibition yang temporer dan membutuhkan tiket masuk.

Supaya bisa memiliki pemasukan, museum kini juga sangat bergantung dengan membership dan retail. Contoh retail di sini adalah cafe dan juga museum shop. Supaya banyak penjualannya, maka si toko ini menjual beragam produk dan ditata bagus nan cantik. Ini contoh potensial yang seharusnya bisa diterapkan di museum-museum di Indonesia.


ada pena bulu beneran huhu..

bagian jewellery juga tersedia di dalam display kaca. Bukan asal jewellery, tapi yang masih berhubungan juga dengan tema si museum. Saya juga menemukan bagian jewellery di toko museum victoria & albert.

mau petanya (tapi mahal)

ada yang berasal dari social enterprise juga. ini si tas dan pouch felt tebal katanya dibuat orang desa bangladesh.

ada juga official merchandise si museum, tapi sejujurnya kalah menarik dengan produk dari supplier lainnya. 

tidak hanya tas, magnet, gantungan kunci, atau kaos, mereka juga menjual buku-buku dan DVD yang berhubungan dengan tema museum. Beberapa buku juga ada yang didiskon. 

ini unik banget! pengen buat huft. 

cool deh ini macem perlengkapan dora the explorer.

Intinya, si toko museum harus menarik secara visual supaya pengunjung banyak yang membeli. Visual merchandiser-nya juga nggak boleh kalah dengan VM di mall atau brand ternama. Bayangkan kalau di Indonesia ini diterapkan, pasti bisa menambah pemasukan dan juga memperluas pasar para penjual suvenir dan kerajinan. Potensial banget.

Fix sekarang kalau ke museum jadinya bakal lama keliling souvenir shop-nya. Lumayan bisa nambah inspirasi barang jualan. Bahkan kadang-kadang malah lebih penasaran sama produk apa saja yang dipajang, bagaimana penataannya, dll dsb dkk etc.

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog