Tips dan Rekomendasi Packing bagi yang akan kuliah di UK

3:49 PM

Saya menulis postingan ini berbekal pengalaman pribadi yang sebenarnya masih seujung kuku. Tapi, sebelum saya berangkat, saya sempat juga mencari info tentang packing dari blog orang-orang lewat google, dan berakhir dengan ketidak puasan dan packing "secukupnya".

FYI, karena saya berkuliah hanya 1 tahun saja (amin) untuk program master di UK, lebih tepatnya di London, maka tulisan ini bisa jadi kurang sesuai untuk yang ingin berangkat ke Belanda atau Australia (yaiyalah). Selain itu, saya juga hanya mendapat alokasi bagasi 30kg, karena hanya memakai Garuda sampai Amsterdam, lalu disambung KLM ke Heathrow. Jika memilih flight jakarta-Gatwick, dan dipastikan full operated by Garuda, maka manfaatkan alokasi bagasi 40 kg untuk pelajar sebaik mungkin.

Daftar barang bawaan rekomendasi ini saya buat setelah saya tiba di London, dan berkeliling ke beberapa tempat belanja kebutuhan dasar untuk membandingkan harga. Mari kita lihathighlight barang-barang yang biasanya dipertanyakan atau bisa jadi terlupakan.

1. Dokumen
Ijazah dan transkrip english version, cas, etc. Harap cek info dari kampus masing-masing untuk persyaratan enrolment. Taruh di tas kabin karena siapa tahu ditanya ketika proses imigrasi.

2. Jaket winter
Tidak terlalu menyesal juga saya membawa 1 buah untuk jaga-jaga. Setelah sampai di London ternyata dapat turunan satu down jacket, dan kalau dipikir-pikir nanti hanya sekali merasakan winter, kecuali jika akan menetap sampai batas visa habis, yaitu januari akhir. Ada yang bilang, beli di Indonesia saja, katanya yang bulu angsa murah bisa dapat 900.000 di Mangga Dua. Tapi, di sini juga ada Primark yang menjual jaket winter mulai dari 15 pound (sekitar 330rb, pasti bukan bulu angsa, tapi kalau cuma buat winter sekali, bisa menjadi pertimbangan untuk membeli setelah sampai, demi menghemat ruang di koper). Di pasar barang bekas di sini juga banyak yang menjual jaket winter murah, atau bisa ke charity shop, kalau beruntung, seperti teman saya, bisa mendapat down jaket panjang seharga 10 pound.

sumber: primark

3. Indomie
Bawa beberapa bungkus saja untuk survival, dan hati-hati remuk di dalam koper. Di London, ada china town yang memiliki berbagai supermarket barang asia. Harga indomi di sana kisaran 30-40 pence, dan hanya menjual beberapa rasa standar, seperti indomi ayam bawang, indomi goreng. Disarankan membawa sendiri indomie rasa-rasa, seperti rasa rendang, indomi hijau, etc.  Di toko-toko bahan makanan asia juga biasanya menjual indomie, meskipun lebih mahal sedikit, seperti yang saya temukan di dekat kampus, yaitu 50 pence. Indomie buatan nigeria pun banyak tersebar di toko afrika. Patut diwaspadai rasanya sedikit berbeda. Di supermarke besar seperti Tesco superstore juga menjual mi instan impor, termasuk merek koka dari singapura yang halal dan gurih, tapi minus bubuk cabe. Anyway, terlalu banyak makan mi instan tidak sehat, hehe.

4. Bumbu
Bawalah bumbu instan secukupnya (yang banyak sekalian) karena tipis dan tidak terlalu menghabiskan ruang. Di china town ada merek bamboe, tapi cukup mahal. Kalau tidak salah sekitar 1 koma sekian pound. Yang mengejutkan, di supermarket di china town juga menjual gula jawa dan asam, jadi kalau mau buat sambal rujak sendiri di sini, bisa banget. Jangan dikonversi ke rupiah, karena sebungkus gula jawa isi 4 (atau 6 ya, saya lupa), harganya sekitar 1.5 pound, dan asam jawa kalau tidak salah 1.25 pound. Bumbu-bumbu instan halal dari negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand juga bertebaran di china town, jadi bisa sekalian icip-icip makanan baru. FYI, green curry thailand rasanya seperti opor.

5. Sambal dan kecap
Bagi pecinta merek tak awam, seperti belibis, del monte, bawa sendiri saja secukupnya. Di china town ada sebotol sambal abc, variasi ekstra pedas, pedas, dan manis pedas, dalam botol kaca (ukuran seperti di pizzahut) seharga 1.25 pound. Kalau kecap, bagi yang suka merek bango, silakan bawa sendiri. Di china town juga dijual kecap manis buatan negara lain, tapi pasti rasanya sedikit berbeda.

6. Rice cooker
Sebelum berangkat, coba cari dulu apakah ada orang indonesia yang tertarik menjual rice cooker miliknya sebelum pulang ke indonesia. Bagi yang tinggal di campus hall, biasanya ada rice cooker komunal karena pasti banyak orang asia yang tinggal di sana, jadi tidak perlu sedia sendiri. Kalau tidak mau repot dan memang belum berasa makan kalau belum makan nasi, silakan bawa sendiri hehe.

7. Converter colokan
Colokan di UK berbeda dengan di Indonesia, jadi jangan lupa ya bawa dari Indonesia. Kalau kurang di sini juga banyak yang jual, dengan label UK visitor, dengan harga 2-3 pound.

8. Alat tulis
Silakan bawa sendiri karena mameng di sini lebih mahal. Tapi untuk alat tulis sekunder seperti gunting, stapler, selotip, di sini banyak yang jual cukup murah, yaitu di toko 1 pound, seperti Poundland atau 99p store.
sumber: theguardian

9. Guling
Silakan bawa kalau memang tidak bisa tidur tanpa guling. Tapi anyway, di sini biasanya bantal dijual per 2 pcs, jadi yang satu bisa dipeluk-peluk seperti guling. Saya sendiri membeli di Sainsbury's cukup mahal karena kemarin darurat seharga 10 pound. Ternyata di Primark ada bantal yang dijual mulai dari 2.90 pound (kata teman yang beli, bantalnya gampang kempes. Ada harga ada kualitas, ya nggak?).
sumber: primark


10. Sarung
Ini terserah banget, tapi saya sendiri menyesal karena tidak bawa sarung. Sekarang sudah biasa saja sih, tidak terlalu menyesal. Kalau ketika tiba di akomodasi belum ada selimut, lumayan sebenarnya bisa untuk selimutan sarung.

11. Tolak angin dsb
Bawalah secukupnya.

12. Long John atau baju dalaman thermal
Katanya di mangga dua ada yang jual satu set seharga 90 ribuan, tapi lagi-lagi di Primark sini juga dijual dengan harga tidak terlalu mahal kok.

13. Obat-obatan
Bawalah secukupnya. Saya sendiri membawa obat pusing-demam, obat flu, obat batuk, obat diare, obat sembelit, obat radang, kapsul habbatussauda, minyak angin safecare, salep, betadine, hansaplast, dan vitamin c.

14. Rendang
Silakan bawa. Selalu muncul perdebatan, karena katanya tidak boleh membawa daging. Tapi, selama tidak declare, aman kok. Pastikan segera masuk freezer setelah tiba di tempat tujuan.

Jangan lupa, simpan juga beberapa baju, handuk, dan alat mandi di tas kabin, karena ada kemungkinan koper bisa tersangkut di tempat transit, dan baru dikirimkan ke rumah sehari setelahnya. Timbang dulu koper dan pastikan tidak over-weight. Pengalaman saya pribadi dengan garuda, kelebihan 1,5 kg masih ditoleransi. Sementara itu kalau pake Turkish, siap-siap dengan peraturan ketat, bahkan hanya boleh membawa 1 tas kabin.

Selamat packing dan memulai petualangan baru! Semoga tulisan ini bermanfaat :D

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog