Main ke Oxford tapi ga ketemu maudy ayunda

11:51 PM



Maaf judulnya nggak penting. Akhirnya beberapa waktu lalu, malah setelah reading week (semacam minggu tenang di tengah semester untuk mengerjakan tugas) selesai, saya dan Nay pergi ke Oxford. Semua bermula dari penemuan tiket murah hanya 9 pon pulang pergi. Ceritanya, saya sedang mencari tiket London-Oxford yang murah, dan ternyata si X90 (nama travel, eh bus) sedang promo diskon 5 pon kalau beli lewat apps nya. Tiket pelajar aslinya adalah 14 pon, dan berkat si diskon, saya hanya membayar 9 pon saja (hore).

Kami berangkat pagi-pagi masih gelap, padahal sebenarnya bus berangkat jam 7.30 am dari bus stop di Buckingham Palace Road. Busnya nyaman, besar, dan kami duduk di atas, paling depan. Sayang kaca depan kotor jadi pemandangan tidak terlalu jelas. Toilet mini juga tersedia di dalam bus tapi siap-siap menghadapi manuver bus yang sering belok kanan kiri miring-miring pula jadi kalau buang hajat mesti hati-hati. Karena masih pagi dan mengantuk, tertidurlah kami selama hampir total 3 jam perjalanan setelah mengobrol ria. Tak terasa, bagaikan travel pagi depok-bandung, kami tiba di terminal bus Oxford, dan untungnya ada toilet umum lagi. Udara lebih dingin dari pada London, anginnya pun bertiup lebih ganas.

Di Covered Market, ambience-nya tenang dan sepi, tapi toko-tokonya asik. 


Kota pelajar bersepeda!



Waiting for the Bodleian Library tour

Sambil mengecek mbah google maps, kami memutuskan untuk pertama kali mengunjungi Bodleian Library (walking distance banget). Ini juga salah satu perpustakaan milik Oxford University yang tertua, dan salah satu ruangannya, yaitu Divinity Room menjadi tempat syuting Harry Potter. Kami memilih mengikuti tur selama satu jam seharga 7 pon dan mendengarkan seluk beluk sejarah pendirian perpustakaan tersebut. Kalau jadi mahasiswa sana, bisa keluar masuk tanpa harus bayar, enak banget huhu tempatnya seru jadul klasik mantap.

Setelah itu, kami ke bangunan baru yang terletak di seberangnya, yaitu Weston Library, dan ada pameran gratisan juga. Setelah istirahat sebentar, kami pergi ke musola-nya Oxford University, jalan kaki lagi karena masih dekat. Seru ya ternyata kotanya sepi banget (dibanding London yang hingar bingar ibu kota selalu ramai di segala sudut), dan bangunan-bangunan jadul bersatu dengan kota, terutama college-college Oxford Uni yang bejibun itu beserta chapel/gereja nya juga.

Kalau cuaca seru (maksudnya cerah bermandikan matahari dan udara hangat) enak banget bisa menikmati piknik di taman-taman dan katanya bisa naik perahu juga (ngga tau bayar berapa). Kami pergi juga mengunjungi museum gratisan natural history, dan akhirnya ke Christ's Church, ini juga tempat syuting the Great Hall. Di depan gerejanya ada taman luas seru banget kayaknya kalo leyeh-leyeh di situ, tapi ketika kami sampai di sana, sudah gerimis.
welcome to the Great Hall

Anyway, Oxford ternyata bisa dijelajahi dengan jalan kaki, kecuali kalau mau ke daerah desa-desa pinggiran atau mengunjungi Highclere Castle tempat syuting Downton Abbey (yang ternyata jauh banget malah 32 miles ke arah selatan kota Oxford). Selamat hunting tiket murah dan menikmati desa pelajar Oxford.

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog