KIBAR Spring 2016 Mantap!

4:14 PM

Percayalah, ini hall nya besar dan luas, separuhnya dijadikan area makan. 

Apa itu KIBAR? Bisa langsung cek di sini untuk info lebih lengkap. Versi singkatnya, KIBAR adalah perkumpulan warga muslim Indonesia yang ada di Inggris. Biasanya dalam setahun ada dua kali acara gathering besar, yaitu saat autumn dan spring. Sebelumnya saya pernah datang ke KIBAR autumn 2015, tapi ternyata acara gathering di awal bulan April kemarin jauh lebih ramai.

Seiring semakin banyaknya mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di UK (apalagi dengan adanya beasiswa LPDP), tentu semakin menambah jumlah warga muslim Indonesia, terlebih bagi yang membawa keluarga. Biasanya di setiap kota ada pengajiannya masing-masing, seperti di London ada pengajian Al-Ikhlas yang diselenggarakan dua minggu sekali. Di Manchester, namanya Karisma, dan juga rutin menyelenggarakan pengajian.

Berhubung tinggal jauh dari suasana Islami, acara-acara KIBAR ini bagaikan oase di gurun pasir UK yang sering gloomy karena lebih sering mendung dan hujan dibanding bermandikan sinar matahari. Tak hanya menambah ilmu, acara KIBAR ini juga bisa untuk menjalin silaturrahim dengan teman-teman yang menimba ilmu di kota-kota lain, dan juga bisa menambah networking karena bisa bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang, pekerjaan, dan keilmuan. Poin plusnya adalah perbaikan gizi dan makan-makanan Indonesia yang super sekali bikin kangen. Di akhir acara juga selalu diadakan bazaar yang menjual makanan Indonesia dan juga barang-barang groceries ala warung makanan tanah air tercinta.

KIBAR spring kali ini katanya mencatat rekor dengan jumlah peserta terbanyak, karena berdasarkan data, ada sekitar 500 orang yang datang, termasuk anak-anak. Seru banget kan. Lokasi acara adalah Ashton Central Mosque, cukup jauh dari pusat kota Manchester, tetapi mudah dijangkau dengan bus, kereta, atau tram. Kompleks masjidnya besar dan lengkap, termasuk area parkir mobil, hall besar, dan juga ada ruang-ruang madrasah. Karpetnya super empuk, katanya mahal, jadi kita dilarang membawa makanan ke area dalam masjid yang berlapis sajadah dan karpet hijau mantap enak buat tiduran.

Tangan kak Ros yang lagi mengambil foto.

Acara dimulai dengan pembukaan, dan para peserta sudah langsung disuguhi snack ala Indonesia. Pokoknya terjamin sekali. Menu makan siang berupa nasi, daging, dan sayur tumis (mungkin sop, tapi kuahnya sedikit) dengan sambal yang mantap. Tak lupa, kerupuk selalu terhidang di meja. Lalu setelah sesi pertama selesai, ada lagi coffee break dan lagi-lagi ada snack. Makan malamnya juga mantap, yaitu bakwan dengan sambal dan ayam gulai. Lanjut ke sesi malam, dan setelah itu sebenarnya masih ada snack lagi yang tersisa. Paginya, menu sarapan adalah lontong sayur. Sambalnya juara sekali, super pedas! Sampai-sampai saya sakit perut (hore). Lanjut ke sesi muslimah, dan diakhiri dengan bazar. Saya senang sekali bisa mengobati kerinduan untuk makan sate padang, walaupun tidak sepedas dan seenak sate padang ajo dekat rumah, tapi lumayan lah ya... Teman saya mencari somay, tapi ternyata tidak ada yang jual. Ada juga yang menjual nasi padang, ayam penyet, bubur ketan item, bakso, dendeng balado, nasi teri medan, nasi uduk, dll dll dll bikin lapar mata.

Maklum masih rindu masakan indonesia, jadi di sini lebih banyak bahas makanan. Soal materi, biasanya KIBAR mengundang penceramah dari Indonesia, dan kemarin yang diundang adalah Ustadz Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Ketua Muhammadiyah Pusat dan MUI Pusat). Sebenarnya lebih asik waktu autumn kemarin yang mengundang Salim A. Fillah. Tapi anyway, tujuan utamanya kan memang untuk menambah ilmu, hehe jadi jangan terpengaruh siapa penceramahnya. Semoga saya masih diberikan rejeki dan kesempatan untuk datang ke KIBAR autumn 2016 nanti. Amin..

London, 9 April 2016

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog