Content Creator Wajib Baca: Review Buku Indiepreneur



Ringan dan relevan, merupakan dua kesan yang langsung saya tangkap seusai membaca buku karya Pandji Pragiwaksono. Saya tertarik membaca buku ini setelah membaca review dari kak Tebe yang membagikan tulisannyadi Linkedin. Buku ini saya pinjam dari Nisa, teman saya yang juga seorang ilustrator. Awalnya saya yang merekomendasikan buku tersebut karena Nisa sedang mencari rekomendasi bacaan. Saat itu saya sendiri belum membacanya, namun saya rasa cocok dengan kebutuhannya setelah saya melihat review buku ini.
Hidup dari karya dengan tetap menjaga idealisme. 

Buku ini ditujukan kepada para (calon) kreator, atau di sini disebutkan sebagai pekarya. Ternyata buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2015, namun tak hilang relevansinya meskipun saya baru menikmati buku ini di tahun 2020. Mungkin bang Pandji ada niatan untuk membuat edisi revisi dengan tambahan beberapa konten supaya makin relevan? Hehe

Dengan contoh kasus yang banyak diambil dari pengalaman pribadi sang penulis, buku ini tak sekedar berbagi teori namun juga contoh-contoh yang lebih riil dan bisa jadi referensi. Bagaimana Pandji bisa menjual karya, dengan menyeimbangkan karya yang disebarluaskan secara gratis dengan karya yang memang dijual betulan. Produk digital yang dengan mudah digandakan seringkali ditakutkan para kreator karena bisa mengurangi pendapatan. Namun di sini diceritakan penulis bagaimana ia dapat mengatasi hal tersebut. Silakan baca sendiri kalau penasaran. 

Satu hal yang kurang dari buku ini adalah membahas apa saja yang sebaiknya disiapkan para kreator demi mencapai masa depan cemerlang sesuai idealisme. Secara pragmatis, akan ada hal-hal yang harus siap dikompromikan, bahkan idealisme itu sendiri agar tetap bisa bertahan. Perubahan idealisme mungkin bisa terjadi secara perlahan tanpa sadar. Dari sisi kapital alais permodala pun, para pekarya harus bisa menyiapkan dengan baik. Modal waktu, uang, tenaga, dan masih banyak lagi. Belum lagi para pekarya harus siap menghadapi kegagalan dan aneka resiko bisnis lainnya yang tidak banyak dijelaskan di sini. 

Dengan cepatnya perkembangan teknologi saat ini, sepertinya ada banyak insights yang bisa ditambahkan, termasuk bagaimana korelasi pemasaran lewat sosial media, diversifikasi pendapatan dari multi-kanal (termasuk Youtube, event offline, dsb). Apalagi di masa pandemi seperti ini, event offline harus mengalami banyak penyesuaian aktivitas online menjadi ujung tombak pemasukan. 

Selamat berkarya!

Comments

Popular Posts