Ke Jepang Bagusnya Musim Apa?

Jepang dengan segala daya tariknya, rasanya tak pernah habis alasan untuk menjadi tujuan liburan. Ada yang bilang, kalau ke Jepang harus lihat sakura mekar, rugi kalau kelewatan. Tapi semua orang juga tahu bahwa musim semi, saat bunga sakura bermekaran, adalah peak season alias waktu-waktu tiket pesawat menjadi sangat mahal. Sakura sudah terlalu lekat diasosiasikan dengan Jepang, sehingga banyak yang tidak tahu bahwa bunga sakura alias cherry blossom juga tumbuh di negara-negara lain (di Indonesia juga bisa tumbuh). 

Bagi yang melewatkan musim semi, sekitar bulan Maret-April-Mei, tidak perlu bersedih hati. Trip yang kulakukan bersama teman-teman kemarin di bulan Agustus justru saat Jepang sedang panas-panasnya, namun tidak mengurangi rasa puas dan seru sama sekali. Jalan-jalan di musim apa pun ada plus dan minus-nya, berdasarkan pengalamanku menghabiskan satu tahun di Osaka dulu. 

Musim Semi (Maret-April-Mei)

Ini adalah masa-masa bunga bermekaran setelah musim dingin berakhir. Suhu masih sejuk tapi belum terlalu panas. Maret biasanya masih semriwing. Poin plus dari musim ini adalah pemandangan cantik bunga sakura yang bermekaran di berbagai tempat. Tak hanya di taman, tapi juga di jalanan, kampus, maupun kuburan. Durasi sakura mekar tidak lama, mungkin hanya sekitar seminggu. Kalender sakura berdasarkan kota bisa dilihat di sini. Sakura juga memiliki beragam jenis, sehingga warna maupun bentuk yang dihasilkan beraneka rupa. Ada yang warnanya pink kemerahan, ada juga yang putih. 

Jalanan terkenal tempat foto bunga sakura saat musim semi di Kyoto, namanya Shijo dori. Dokumentasi pribadi, 2013.

Gantungan ikan menandakan Kodomo no Hi atau Hari Anak di awal bulan Mei. Awal bulan Mei juga bertepatan dengan Golden Week, musim liburan orang Jepang. Wakayama, Dokumentasi pribadi, 2013.

Salah satu kebiasaan orang Jepang saat bunga sakura mekar adalah melakukan hanami 花見 yang secara bahasa berarti 'melihat bunga'. Akan muncul pemandangan tikar-tikar dihamparkan dan orang-orang piknik bersama di bawah pohon sakura. Semakin banyak pohon, akan semakin ramai orang berdatangan. Jika ingin mendapat spot yang oke, harus rela datang lebih pagi dan menjaga spot tersebut. Malam hari juga ada yang melakukan hanami karena tampaknya semua orang ingin memanfaatkan waktu sebelum pohon sakura berubah menjadi hijau lagi.

Musim semi juga berarti segala sesuatu akan 'berbau' sakura. Mulai dari menu-menu makanan dan minuman rasa sakura, hingga merchandise dengan gambar bunga sakura. Poin negatif dari musim semi ini adalah harga tiket pesawat yang melejit. Siap-siap memsan tiket jauh-jauh hari supaya dapat harga yang sedikit lebih murah. Bagi yang ingin fotonya 'bersih' dari orang lain, harus lebih banyak bersabar saja. 

Musim Panas (Juni-Juli-Agustus)

Ini adalah waktu-waktu super panas, bisa mencapai 40 derajat Celcius dan terasa sangat lembab. Jika ingin menghindari sengatan matahari, bisa menjajal daerah utara, yaitu Hokkaido, yang sedikit lebih sejuk. Pemandangan di sana juga indah, terutama padang-padang luas dengan aneka bunga bermekaran. 

Yang menjadi highlight di musim panas adalah aneka festival yang menyajikan berbagai traditional performance. Di setiap kota biasanya hampir setiap akhir pekan menggelar festival. Salah satu yang terkenal adalah Gion Matsuri di Kyoto yang digelar di jalan raya. Beberapa festival lainnya bisa dilihat di sini. Bagi yang suka musik bisa mencoba Fuji Rock Festival dan Summer Sonic, yang turut diramaikan oleh artis-artis luar Jepang.

Semprotan air pun tersedia di berbagai tempat untuk menyejukkan suasana. Orang-orang membawa payung untuk melindungi kepala dari panasnya matahari. Asakusa, dokumentasi pribadi, 2018.

Pertunjukan kembang api sudah dimulai, sambil otw ke lokasi menonton di pinggir Sungai Edogawa. Tokyo, dokumentasi pribadi, 2018.
Malam hari saat festival kembang api alias hanabi taikai, warga dari berbagai usia akan berkumpul di lapangan melihat pertunjukan kembang api. Seperti biasa, untuk mendapat spot terbaik harus 'ngetek' tempat berjam-jam sebelumnya. Pertunjukan berlangsung sekitar satu jam dan ratusan kembang api aneka bentuk menghiasi langit malam diiringi musik. Bisa coba googling 'Firework Japan Calendar' dan masukkan tahun yang diinginkan. Musim panas juga biasanya sering turun hujan, sehingga harus siap-siap membawa payung dan memperhatikan ramalan cuaca. 

Naik Gunung Fuji bersama teman. Foto: Phreaw, 2013.

Untuk yang menyukai hiking dan naik gunung, musim panas adalah waktu yang pas untuk mendaki Gunung Fuji, gunung tertinggi di Jepang. Trek pendakian Gunung Fuji hanya dibuka untuk umum di musim panas karena saat musim-musim lainnya akan dipenuhi salju dan lebih berbahaya. Biasanya trip naik gunung ini akan menghabiskan satu malam karena mengejar pemandangan matahari terbit di puncaknya. 

Musim Gugur (September-Oktober-November)

Musum gugur adalah musim kedua favorit karena suhu yang mendukung. Tidak panas, tidak menggigil. Yang dicari saat musim ini adalah kouyou 紅葉 alias daun-daun kemerahan sebelum berguguran. Pemandangan pepohonan menjadi warna-warni. Pohon ginkgo menjadi kuning. Pohon maple (momiji) yang kemerahan bahkan menjadi makanan, seperti Maple Leaf Tempura di Osaka maupun menginspirasi Momoji Manju yang terkenal di Miyajima. 

Pemandangan yang super bagus pasti viral dan banyak diunjungi turis. Beberapa tempat dengan pemandangan keren di daerah Kansai adalah Kiyomizu-dera, Arashiyama, dan Nara. Dijamin foto-foto bakal bagus di sini. Kalau geser sedikit ke selatan bisa mencoba menyeberang ke Miyajima, sebuah pulau kecil yang cantik saat puncak musim gugur. 

Pemandangan pohon aneka warna di kampus Osaka University. Dokumentasi pribadi, 2012.

Pemandangan momiji di Miyajima. Dokumentasi pribadi, 2012.

Saat musim gugur biasanya di malam hari sering diadakan light-up atau illumination, yaitu event ketika taman-taman dibuka di malam hari untuk menikmati keindahan kouyou. Aslinya hanya berupa taman yang ditambah lampu saja dan menjadi ramai karena lagi-lagi orang Jepang suka jalan-jalan. Beberapa tempat memiliki variasi, misalnya ditambah kunang-kunang. 

Musim Dingin (Desember-Januari-Februari)

Bagi warga tropis, pasti ingin mencicipi salju saat musim dingin. Jangan senang dulu, karena di Tokyo, Kyoto, maupun Osaka, belum tentu bisa main salju atau membuat boneka salju. Salju yang tebal datang hanya satu kali dalam beberapa tahun. Tapi jangan khawatir, hujan salju akan tetap ada, kecuali kalau pemanasan global semakin parah hehehe. 

Daerah-daerah yang banyak salju dan menjadi tempat wisata di musim dingin adalah Hokkaido dan Nagano. Di Hokkaido diadakan Sapporo Winter Festival atau Sapporo Yuki Matsuri yang memiliki berbagai sajian menarik untuk pengunjung. Ada pameran patung es dari artis berbagai negara (dari Indonesia juga ada), lomba-lomba olahraga, outdoor ice rink, juga stand-stand makanan yang hangat menggoda. Hokkaido dan Nagano juga menjadi tempat favorit untuk ski dan snowboarding. Bagi yang berjiwa olahraga jangan lewatkan kesempatan main ski atau meluncur dengan papan snowboarding. 

Kobe Illumination saat winter dipenuhi banyak pengunjung. Dokumentasi pribadi, 2013.

Sapporo Winter Festval, dokumentasi pribadi, 2013.

Tempat asyik yang bisa dikunjungi juga adalah desa tradisional di Shirakawago. Putihnya tumpukan salju di atas atap bangunan tradisional menambah keindahan pemandangan. Nabana no Sato juga memiliki winter illumination dengan sajian hiasan lampu yang memukau. Saat musim dingin, matahari terbit lebih cepat sehingga waktu malam lebih panjang sehingga akan banyak atraksi pada malam hari.

Bagi yang tidak tahan dingin, musim dingin akan menjadi tantangan tersendiri. Harus siap dengan jaket tebal dan bisa membeli heat pack atau disebut juga kairo. Kairo ini bisa berupa pack kecil yang diletakkan di saku, atau jenis kairo yang bisa ditempel di kaki maupun badan. Lumayan bisa mengobati kedinginan. 

-----

Menarik bukan, Jepang dengan setiap musimnya bisa menarik banyak pengunjung, domestik maupun internasional. Bagi warga daerah tropis, musim-musim yang aneka rupa ini terasa eksotis dan menggod auntuk dicoba. Sambil menulis ini, rasanya aku ingin kembali ke Jepang lagi dan menikmati setiap musimnya. Semoga masih ada rezeki untuk kembali mengunjungi Jepang, amin... 

Comments

  1. gile2 lengkap banget dil hahaha
    gw kemaren ke jepang pas musim panas juga tp udah mulai ujan2 malah wakaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. huwaaa okiii hahhaa iya begitulah sekalian curcol. emangpaling enak pas musim gugur gitu sebenernya.

      Delete

Post a Comment