Bisnis Kreatif: Sampingan atau Full Time?

Dalam seri bisnis kreatif yang akan dibahas di blog ini, saya akan membahas sebuah pertanyaan yang selalu membayang-bayangi para pelakunya.

Sampingan atau Full-Time? 

Defini bisnis kreatif sebagai pekerjaan sampingan adalah ketika sang pelaku memiliki sebuah perkerjaan lain yang bersifat (bisa jadi) full-time, tetap, atau intinya menghabiskan slot waktu lebih banyak dari pada waktu untuk menjalankan bisnis kreatif. Bisnis kreatif jalan, kerjaan juga jalan.

Bisnis kreatif yang full-time artinya adalah ketika menjalankan bisnis tersebut sebagai pekerjaan utama. Waktu dan tenaga yang dihabiskan untuk mengurus bisnis ini bisa jadi lebih banyak dari pada pekerjaan lainnya.

Sekali lagi patut diingat. Bisnis kreatif adalah sebuah bisnis. Business is a business. 

Mabook Air on White Table

Yang mana yang sebaiknya dilakukan?

Tidak ada jawaban salah dan benar sebagaimana pertanyaan satu ditambah satu. Semua kembali lagi kepada kondisi para pelakunya. Dengan melihat potensi, peluang, resiko, maupun kemampuan yang saat ini dimiliki, seorang pelaku bisnis kreatif dapat menilai apakah ia sudah siap untuk menjalankannya secara full-time atau paruh waktu?

Yang menjadi kunci di sini adalah kesiapan. Apakah ia sudah siap menanggung segala resiko yang timbul dengan pilihan tersebut? Apakah ia sudah siap dengan pekerjaan ekstra yang harus dilakukan jika memilih bisnis kreatif itu sebagai sumber pendapatan utama? Apakah ia sudah siap bekerja di hari libur bila menjadikannya sebagai bisnis sampingan?

Buatlah daftar pertanyaan atas segala kekhawatiran dan jika dirasakan sudah siap, maka silakan ambil keputusan tersebut. Apapun itu.

Memutuskan lewat metode design thinking

Bill Burnett dan Dave Evans dalam bukunya Designing Your Life menggunakan konsep design thinking atau pemikiran desain dalam merencanakan perubahan karir. Intinya, sebelum mengambil sebuah keputusan besar, hal tersebut sebaiknya dicoba terlebih dahulu.

Misalnya, jika sebelumnya bisnis kreatif yang kita jalankan bersifat sampingan dan ingin mencoba fulltime, maka tidak ada salahnya untuk mencoba mengambil cuti misalnya lima hari kerja dan merasakan seminggu penuh bekerja mengurus bisnis kreatif tersebut.

Begitu pula sebaliknya. Yang tadinya fulltime ingin mencoba dijadikan sampingan, bisa mencoba untuk mengurangi jam kerja selama sepekan dan membuat sistem agar dapat mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain.

Setelah melakukan eksperimen tersebut, silakan buat penilaian. Apakah sudah siap untuk mengambil keputusan baru? Apakah justru kita menemukan sebuah solusi lain?

Comments